Mengapa saya (mungkin) tidak akan menyekolahkan anak ke sekolah formal???

9 05 2010

Sebelumnya saya mohon maaf sebesar-besarnya, jika tulisan ini akhirnya akan jadi kontroversi (dan memang itu yang diharapkan..hehe) dan boleh jadi akan menyinggung kalangan tertentu. Saya sama sekali tak bermaksud menyinggung. Saya hanya mencoba mengkritisi dan mudah-mudahan saja tulisan ini mampu memberi solusi.

Tulisan ini mungkin hanya sekadar ungkapan hati pribadi. Setelah sekian lama mengamati fenomena pendidikan di negeri tercinta ini. Jadi kalau tulisan ini dianggap radikal dan dianggap provokasi dan penghinaan terhadap negara ini, itu salah besar. kalau provokasi mungkin iya. Tulisan ini semoga bisa memprovokasi hehe..memprovokasi agar kritis kepada segala hal yang perlu dikritisi. Tapi kalo penghinaan? weiss sori cuyy..gw cinta banget negeri ini. Ngga mungkinlah gw hina.

Semua bermula saat saya SMP. Saya mulai memikirkan pendidikan di negara ini, sepertinya ada yang aneh. Sistem pendidikan,metode, guru, aturan dan sebagainya.
Pikiran itu terus terakumulasi hingga detik ini. membola salju. menggelinding dan semakin besar. Entah sampai kapan bola salju ini akan berhenti.mungkin saat membentur gunung besar, dan pecah menyerpih.

Baiklah. Saya mulai. Tulisan ini akan panjaaaaangg banget. Jadi saya mohon maaf kalau sekiranya saya men’tag’ tulisan yang bersambung-sambung. Mohon maaf juga kalau tag saya pada orang yang salah. Silakan tulis pada wall saya, “mas/om/bro/cuy/mbah…tol

ong jangan racuni pikiran saya dengan tulisan gilamu itu. Kalo sinting, sinting sendiri aja..jangan ngajak-ngajak!!! ”
hehe..silakan tulis seperti itu. Saya ngga akan marah kok. bener, sumpah. berani disamber geledek bareng-bareng. wuahahaaa

ALASAN PERTAMA…. :

Sebagai orang tua yang normal, saya menyayangi anak saya. Saya bisa menjamin tidak akan bisa menahan diri kalau ada orang yang menyakiti anak saya dengan SENGAJA. Saya bisa pastikan orang itu menginap di rumah sakit. Berapa lama dan berapa parah cideranya tergantung dia menyakiti anak saya seperti apa.

bapak,om,sahabat,tante,kakak,abang,akang,mas, dll bisa lihat seberapa parahnya guru-guru killer di negeri ini. Saya termasuk orang yang masih menyimpan dendam pada guru-guru yang pernah menampar,memukul, mencubit,menjambak saya dengan alasan saya membuat kesalahan. (Saya berusaha sekuat tenaga menghilangkan dendam itu).

Seberapa berat sih kesalahan yang pernah saya lakukan? saya nggak pernah kencing di kantor kepala sekolah. saya nggak pernah memaki-maki guru (karena saya sangat menghormati guru-guru yang menunjukkan dirinya sebagai guru yang pantas dihormati)saya nggak pernah membakar mobil kepala sekolah. saya nggak pernah coret-coret foto presiden dan wakil presiden. Karena saya tau mereka sudah susah payah untuk tersenyum di foto itu.
paling berat kesalahan saya nggak bikin PR. ngobrol waktu guru lagi ngejelasin.nyanyi nyanyi di bangku belakang kelas pas ujian. cuma itu kok! APA DENGAN KESALAHAN ITU SAYA PANTAS DI TAMPAR?? DIJAMBAK, DIPUKUL???????

Orang tua yang menghidupi saya dari kecil, yang memberi makan saya saja tak pernah memukul saya. Lalu siapa guru-guru itu berani memukul saya??
sebagai bukti, silakan ketik di google, ” kekerasan guru terhadap murid”, anda akan temukan begitu banyak fakta tentang ini.

Ketika SMA saya hampir melemparkan meja ke guru sejarah. Pasalnya ada seorang muslimah teman saya yang dijewer oleh guru sinting itu. Lalu teman saya itu melawan karena ia merasa ngga membuat kesalahan. Eh,guru itu malah marah-marah dan bawa-bawa agama (dia non muslim). Saya sempat berpikir akan membalikkan meja di depan saya ke muka guru itu kalau dia sempat memukul teman saya dan menghina agama saya. Saya nggak akan pernah melupakan kejadian itu.

Saya pikir ini hanya terjadi di sekolah umum saja. dan bukan pada sekolah dengan label Islam. Ternyata seorang teman saya yang mengajar di salah satu SDIT mengungkapkan fakta ini. Bahwa di sekolahnya mengajar itu sama saja. malah mungkin lebih parah. ada guru-guru yang kalau muridnya melakukan kesalahan langsung main tampar, main siram air. Saya sempat berpikir. apa guru-guru itu nggak punya otak??? atau bahkan psikopat.

Ah, saya nggak mau spekulasi. iya kalau anak saya ketemu dengan guru yang baik-baik di sekolahnya kelak. kalau ketemu dengan guru-guru gila dan psikopat begitu. Wah,bisa bisa saya yang masuk penjara, karena nggak mampu menahan diri. Itu kalau ketahuan sama saya. kalau nggak ketahuan. ternyata anak saya disiksa disekolah, lalu dia tak pernah cerita pada saya, dan dia jadi trauma dan depresi, itu jauh lebih berbahaya lagi.

Jadi, dengan alasan ini, saya berpikir saya (mungkin) tidak akan memasukkan anak saya ke sekolah formal!

BERSAMBUNG ke Alasan Kedua, klik disini :
http://www.facebook.com/note.php?note_id=10150179454850294&id=1013933140&ref=mf#!/note.php?note_id=10150179004385294&id=1013933140&ref=mf

Iklan

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: