Lebih lengkap tentang PKR SMK Telkom -3-

15 09 2008

by : Arief

PART 3

Jum’at  12 September 2008.

Hari ketiga PKR. Tadinya aku mau pakai motor ke sekolah. Tapi motor di pake adikku ke kampus. Katanya pulang jam 12. Padahal paginya si Anggi nelpon, katanya jam 10.30 aku harus udah ada di sekolah. Ada materi yang harus kuisi. Akhirnya kubela-belain pergi pake becak motor, terus ntar pergi bareng sama Om ku ke wartel yang dijaganya. Dari situ motornya kupinjam ke sekolah.     

Sampai disekolah, aku lihat ada sebuah motor dengan stiker bergambar padi dan bulan sabit kembar. Terus ada tulisannya ‘P*S’ parkir dengan manisnya di depan pintu masuk. Pede banget!                                              Dari dulu aku memang paling gerah kalau ada embel-embel partai masuk ke wilayah sekolah. Aku langsung caritau siapa pemilik motor itu. Kubilang, “bilang sama yang punya motor, parkirnya di sana!”  aku menunjuk tempat parkir. Aku masuk ke dalam kelas. Forum akan segera dimulai. Aku ngisi fiqih. Materi yang paling sulit untuk diajarkan menurutku. Karena memang paling jarang diajarkan di pertemuan pekanan. Iya kan??? Ngaku deh!!!

Daripada bingung jelasin, aku ajak diskusi aja tentang fiqih shaum. Anak-anak lumayan kritis. Ada yang nanya “bang, gosok gigi hukumnya gimana?” aku bilang gak apa-apa. Terus ada yang nanya lagi “berarti makan permen karet/happydent white gak apa-apa dong bang, kan nggak di telan bang?” pusing, pusing dah lo ngejawabnya! Pas ngobrol sama pemateri lain, mereka juga sama ditanyain gitu. Hahaha..

Setelah Jum’atan harusnya aku nggak ada jadwal lagi. Karena dari awal di kontak si Anggi untuk ngisi materi, aku Cuma kebagian dua aja. Fiqh shaum sama jadi moderator untuk materi Personal Excellent. Tapi lagi-lagi hari ini aku harus kebagian jadwal dadakan. Panitia nyamperin aku, dia bilang.. “Bang, abang ngisi materi Birrulwalidain ya? “ aku nggak tau apakah pemateri sebelumnya nggak datang, atau karena nggak dapat, atau memang mereka sengaja ngerjain aku!

Akhirnya kuiyakan saja. Akupun naik ke lantai tiga lalu masuk ke forum 1. Aku mulai dengan bilang ke adik-adik peserta bahwa aku belum ada baca materi birrulwalidain secuilpun. Jadi secara jujur dan gentleman aku bilang sama mereka, bahwa aku akan mendongeng. Dan tanpa meminta persetujuan dari mereka aku pun mulai mendongeng.

Syukurnya, mereka nggak menganggap dongengku itu sebagai dongeng pengantar tidur siang. Padahal enak banget tuh. Jam 2 siang, cuaca panas, lagi puasa, terus diiringi dongeng dari orang paling ganteng sedunia, trus ada angin sepoi-sepoi…mendukung banget untuk tidur siang.

Setelah nggak terlalu panjang dan enggak terlalu lebar ngobrol, akhirnya aku berpesan pada para peserta.

“adek-adekku yang kusayangi…ini adalah PKR pertama dan terakhir kalian sebagai peserta. Tahun depan kalian mungkin akan ada yang jadi panitia. Jadi jangan sia-siakan kesempatan sekali seumur hidup ini. Keluar dari PKR ini kalian harus jadi orang yang lebih baik dari hari ini…bla..blaa..blaa” aku menjelma menjadi sosok manusia ganteng yang sangat bijaksana. Huahahaha..

Jam5 sore aku pulang. Karena aku janji sama om ku untuk pulang bareng. Sampai di wartel aku harus menunggu. Karena partner jaga wartelnya nggak dateng hari itu. Setelah beberapa lama. Aku pulang juga. Ditemani sama seorang tukang becak motor yang disuruh om ku untuk nganterin aku. Kupikir baik juga tukang becak ini mau mengantarkanku. Sepanjang perjalanan pulang, kami diiringi dengan derasnya hujan yang mengguyur dan jalanan yang macetnya minta ampun. Ampuunn..ampuuuunn…

Aku minta diantar sampai counter pulsa-nya babeh. Ternyata disana udah ada nyokap en bokap nunggu anaknya yang tampan ini. Setelah say thanks pada tukang becak tadi, akupun pulang sama ortu pake mobil.

Malamnya aku balik lagi ke sekolah. Setelah agak ragu-ragu juga minta izin ke ortu untuk mabit di sekolah. Aku bilang ini malam terakhir, ada penutupan dan lain-lain. Trus aku juga udah janji sama teman-teman bahwa aku akan datang lagi. Akhirnya lobi yang kulancarkan berhasil juga. Aku on the way pake motor ke sekolah.

Sampai sekolah sekitar jam10 malam. Aku ketemu dengan beberapa orang temen seangkatan yang datang malam itu. Selain Anggi, ada Annisa dan Irfaan yang datang. Si Irfaan datang bersama gandengannya, tapi bukan isterinya. Aku pikir “peduli juga nih orang sama sekolah..” baguslah. Setidaknya aku bias melihat orang yang belum ‘terbina’ pun punya kepedulian pada sekolah. Nggak seperti alumni lain yang udah ‘terbina’ lama tapi nggak mau peduli dengan sekolah. Nanti kuceritakan masalah ini.

Setelah acara selesai ada evaluasi antara panitia, instruktur dan alumni. Aku masih banyak diam. Biasalah, kalau di film india kan, pemeran utamanya terakhir-terakhir menangnya. Hehe. Selama perbincangan evaluasi itu, aku kok merasakan mereka saling menyalahkan. Seksi ini beginilah, seksi itu begitulah..dan sebagainya. Akhirnya aku minta sama akh Rudy untuk bicara.

Berikut petikan pidatoku  (hahaha…pidato kayak presiden aja!) :   

“ assalamualaikum warohmatullah…adek-adek yang abang sayangi, ini adalah PKR pertama abang sejak lulus SMA yang bisa abang hadiri. Jadi abang mungkin nggak bisa membandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Tapi kalau mau membandingkan dengan PKR ketika abang jadi peserta atau panitia sekitar 8tahun yang lalu..PKR yang kalian adakan ini jaaauuuuhh lebih baik dari waktu zaman abang dulu. Kalian sebagai panitia nggak pernah kan membangunkan peserta dengan rantai besi besar yang dipukulkan ke meja? Abang sempat merasakan itu. Senior yang jadi panitia waktu itu membangunkan peserta dengan rantai itu. Pengelolaan yang lain, kalian juga jauh lebih baik. Konsumsi, alat dan lain sebagainya, sudah kalian siapkan dengan sangat baik. Waktu zaman abang dulu, kami masih pakai kayu bakar untuk masak. Belum lagi harus mengganti alat-alat yang rusak. Luar biasa berat.

Jadi..nggak perlu saling menyalahkan. Abang yakin masing-masing dari kalian sudah melakukan kerja terbaiknya untuk PKR ini. Kerja kita ini bukan Cuma kerja satu dua orang. Tapi kerja kita ini kerja team. Untuk yang kelas dua, tahun depan antum yang akan jadi panitia. Antum harus mencatat apa aja yang perlu diulang dan nggak perlu diulang dalam PKR ini. Jadi antum akan bisa melakukan yang jauh lebih baik dari kerja panitia tahun ini.

Kawan-kawan, adek-adek..kalau boleh dibilang kerja kita hari ini adalah kerja dakwah. Yang apabila adek-adek yang jadi peserta itu ada yang berubah dan jadi lebih baik dari hari ini. Maka kita akan dapat pahala yang kata Rasulullah, pahalanya jauh lebih besar daripada dunia dan seisinya, atau juga lebih mahal daripada unta merah. Unta merah adalah kendaraan paling berharga pada zaman itu..

Semoga Allah menerima kerja kita selama beberapa hari ini dan membalasnya dengan kebaikan yang setimpal dengan kerja kita. Wallahu a’lam bishshowab. Assalamualaikum warohmatullah..”     

Demikian pidato dari bapak presiden…

Hahaha…serius banget yak!

Setelah evaluasi dengan panitia, kukira sudah akan bubar. Ternyata Cuma panitianya aja yang bubar. Instrukturnya malah ngadain ‘syuro’ lagi coba! Padahal tadi mereka yang bilang..”udah malem..” aku Cuma geleng-geleng aja melihat ‘semangat’ mereka membahas follow up dari PKR itu. Aku nggak ikutan. Cuma tidur-tiduran aja bareng panitia di ruangan yang sama dengan mereka. Cuek aja lah. Senior gitu loh! Siapa berani marah? Gue jitak ntar! ‘syuro’ tengah malam mereka itu bener-bener mengganggu. Bukan karena aku memang udah ngantuk. Tapi aku juga belum tarawih. Secara gitu mereka syuro di musholla. Mana bisa gue solat ada mereka di situ.

Hampir jam 00.30 kayaknya mereka baru selesai. Akhirnya selesai juga! Setelah para akhwat itu hengkang dari mushola. Aku langsung beresin tarawih dengan murottal versi syaikh Sudais. Ekspress! Setelah itu tidur. ZzzzzzZZZzz…

Jam 3.30 bangun. Peserta dibangunkan juga. Jam4 kurang mereka udah kumpul lalu salah seorang instruktur jadi imam qiyamulail. Jam setengah 5 kurang. Peserta disuruh naik lagi ke kelas untuk sahur. Beres sahur, solat subuh berjamaah. Setelah solat subuh aku keluar. Ada guru bahasa Inggris ku waktu SMA. Namanya bu Yusleli. Sampai sekarang beliau masih single. Belum ketemu jodohnya. Dia agak kaget melihatku.

“ eh, kau nak..” aku senyum sambil menyalaminya.

“ sehat bu?” tanyaku

“ Alhamdulillah sehat…” jawabnya. Tapi kami tak sempat banyak ngobrol karena acara selanjutnya akan segera dimulai. Acara selanjutnya Muhasabah. Sepanjang acara muhasabah aku di luar aula. Nggak ikut ke dalam. Sampai acara selesai sekitar jam setengah 7. Lalu si ustadz (sebenarna sih nggak ustadz-ustadz banget, aku yakin usianya nggak beda jauh denganku. Tapi yang jelas dia lebih soleh..hehe..) yang bawa muhasabah menyuruh semua berdiri, panitia, instruktur dan alumni disuruh masuk.

Acara salam-salaman pun dimulai. Nasyid-nasyid Brothers mengalun lembut menambah haru suasana. Semua orang larut dalam suasana itu. Peserta, panitia, instruktur dan alumni saling bersalaman dan berpelukan sambil bermaafan dan air mata tak henti menetes. Wuiiihh..sedih banget dah! Yang bikin tambah sedih lagi, waktu si Ari -ketua panitia- cerita seluruh pengorbanan yang dilakukan panitia selama persiapan PKR sampai acara hari itu yang luar biasa berat. Ia terus bercerita sambil terisak-isak. Semua yang mendengarkan larut dalam kesedihannya.

Setelah beberapa orang diminta bicara, termasuk si Anggi mewakili akhwat, acara dilanjutkan dengan pembagian kelompok mentoring. Aku nggak ikut acara itu. Kepalaku udah terasa berat, minta segera diistirahatkan.

Aku Cuma bisa bilang satu hal; Pengalaman PKR yang luar biasa! Aku beruntung bisa hadir beberapa hari ketika acara PKR itu. Aku sangat berharap Allah mengizinkanku bisa hadir lagi PKR tahun depan. Berkumpul lagi dengan adik-adik panitia dan peserta. Membagi ilmu dan pengalaman, tertawa bersama, menangis bersama..ah indah banget! Terlalu indah sebenarnya untuk dituliskan disini.

Itu mungkin yang nggak dirasakan oleh beberapa alumni ‘terbina’ itu. Alasan mereka sungguh nggak bisa diterima akalku. Minimal ada dua orang laki-laki yang paling memungkinkan untuk terlibat di PKR itu. Yang satu bahkan teman sekelompokku waktu pembinaan ketika SMA dulu. Dia senior satu level di atasku. Yang lebih ironis, dia Mantan ketua ROHIS!! Alasannya sibuk, jaraknya jauh, dan segala macamlah. Sekarang udah menikah dan isterinya sedang hamil tua. Itu jadi tambahan alasannya untuk nggak bisa terlibat dengan PKR. Padahal waktu dia belum nikah sama aja tuh. Selalu bikin alasan kalo mau dilibatkan di PKR atau pembinaan di sekolah.

Yang satu lagi malah ikut terlibat di Sanlat di sekolah lain! Aneh kan? Di sekolah sendiri nggak mau, di sekolah lain malah ngebelain ikut terlibat. Mau nggak mau aku harus malu dengan teman-teman dan adik-adik akhwat yang terlibat di PKR. Sepertinya mereka nggak perlu diajak atau disuruh-suruh terlibat di PKR. Aku tau mereka punya kepedulian lebih pada perkembangan da’wah di SMK Telkom.

 

 

Namanya Astri…  

Ketika hari pertama sampai di sekolah, aku menghubungi si Anggi. Ngasi tau aku udah sampe di sekolah. Dia bilang hubungi panitia aja. Atau hubungi Doniko, Master of Training-nya. Belum selesai nelpon si Anggi ada akhwat lewat. Dia adik kelasku dua tahun di bawahku. Namanya Halima. Aku nanya sama dia gimana-gimananya. Aku minta jadwal sama si Halima. Dia lalu masuk ke ruangan akhwat. Tak lama ada seorang akhwat lagi melintas.

“ ini anak kayak kenal deh…siapa yaa?” batinku

Aku mencoba mengacak-acak memori di otakku. Mencari wajah yang baru saja kulihat. Wajahnya sih ingat. Kenal banget malah. Tapi aku lupa namanya. Lalu ada satu nama yang berkelebat di benakku. Astri. Akhwat itu namanya Astri. Adik kelasku satu tahun. Tetangga di sebelah kosku dulu. Katanya sekarang dia di Aceh, kuliah disana.

Tapi aku masih ragu. Bener nggak sih?

Setelah aku ngisi materi Personal Excellent itu, aku nanya ke si Anggi.

“ Nggi..itu si Astri kan?” tanyaku sambil menunjuk orang yang dituju.

“ iya..si Astri. Kenapa? Tiap tahun datang tuh Rief dari Banda Aceh kalo PKR..” jawab  si Anggi. Aku kaget mendengar kata-kata si Anggi. Hah? Tiap tahun datang dari Banda Aceh?

Subhanallah! Tau nggak sih berapa jarak Banda Aceh-Medan? Jaraknya itu kurang lebih sama dengan Bandung-Jogjakarta, atau Bandung-Bandar Lampung. Sekitar 12jam perjalanan. Alias 1hari! Itu akhwat bos! Aku nggak habis pikir. Apa dia nggak mikir jarak segitu itu jauh? Apa dia nggak mikir, ongkosnya kan mahal?! Apa dia nggak mikir, betapa capeknya duduk dalam bis selam seharian?!

Ah, seandainya ikhwan-ikhwan yang katanya sudah terbina itu tau bahwa si Astri ngebelain datang dari Banda Aceh ke Medan, apa mereka masih mau bilang jarak dari rumahnya ke sekolah (sama-sama di Medan) itu jauh? Apa mereka masih berani bilang, ongkos dari rumahnya ke sekolah itu mahal? Apa mereka masih bisa bilang datang ke sekolah itu capek???  

Astri…two thumbs up for you!

Iklan

Aksi

Information

4 responses

25 11 2008
Doniko

assalamu ‘alaikum bang arif…..

keren nih bang…

oya kak astri itu yang mana ya bang…..
keren lah kak tu…..
emang betul2 pelayan Tuhan lah dia….

oya bang…..
rohis sekarang punya blog bang http://rohisstelsatramedan.blogspot.com/

en forum juga
http://rohis.forumotion.com/

jadi kita yang alumni bisa saling silaturah mi ma adek2 tu…..
assalamu ‘alaikum

26 11 2008
keren banget gopal

waalaikum salam…

astri itu… satu angkatan dibawah abang..
bukan pelayan Tuhan lah..tapi hamba Allah… 🙂

oya?bagus dong..brarti makin mantap lah!
semoga jadi semakin baik dari sebelumnya..

follow up PKR kemaren udah mulai jalan?

26 11 2008
doniko

udah bang…
alhamdulillah…..

abang kapan ke medan lagi…????
oya bang…..

tanggal 9 desember ni…
anak2 rohis mau ngadain Qurban…..
lumayan juga yang mau di Qurbanin…

dah luamayan lah orang itu bang…
dari kita dulu…

cuma perhatian alumni yang kurang…..
ama tarbiyahnya dari alumni rohis juga kurang….

28 11 2008
keren banget gopal

alhamdulillah…

terutama doniko tuh yang paling penting. karena jadi pentolan yang paling diandalkan. mentoringnya yang rajin. 🙂 btewe, doniko sama siapa mentoringnya? sejak kapan?

owh..mantap juga tuh ngadain qurban..

iya..alumni memang gitu..jadi ga usah terllu diandalkan. qita tunjukkan aja sama alumni yang lain, siapa yang peduli sama dakwah di sekolah..

semangat YA!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: